Home About
JIKA ADA YANG DITANYAKAN ATAU DATA YANG KALIAN BUTUHKAN, SILAHKAN BERKOMENTAR PADA MATERI TERSEBUT...TERIMAKASIH

Friday, 6 December 2013

BERITA BERBEDA DENGAN BENTUK TULISAN LAINNYA


Berita harus akurat. Akurasi faktual berarti bahwa setiap pertanyaan, nama, tanggal, usia, dan alamat, serta kutipan adalah fakta yang bisa diverifikasi. Akurasi berarti ketepatan  bukan hanya pada detail spesifik tetapi juga kesan umum - detail disajikan dan cara penekanannya. Adalah sangat mudah untuk mendistorsi arti penting dari fakta tertentu dengan menunjukkan arti penting suatu realitas yang sesungguhnya hanya detail tidak penting atau kurang penting. Juga mudah untuk "meremehkan" sebuah fakta penting. Penilaian jurnalis selalu ikut serta. Itulah mengapa objektivitas yang sempurna tidak pernah ada. Ini juga merupakan alasan mengapa pembaca harus berfikir saat membaca.

Akurasi sulit didapatkan sebab banyaknya fakta yang masuk dalam berita, kecepatan dalam jurnalisme modern, dan banyaknya orang yang membantu memproduksi berita - copyreader, editor dan penyiar di radio dan televisi yang perubahan nada suaranya mungkin mendistorsi fakta. Penggunaan Internet sebagai medium baru, dengan kecepatan dan jangkauan globalnya, menimbulkan konflik antar waktu yang dibutuhkan untuk mengecek akurasi dan kemampuan untuk mendapatkan berita dengan lebih cepat. setiap medium berita ingin menjadi yang pertama dalam menyajikan berita hangat, tetapi apakah ini akan mengorbankan akurasi? Ini diperdebatkan oleh banyak kritikus media.

Reporter atau wartawan harus bekerja keras mendapatkan akurasi. Mereka harus mengecek setiap catatan, terutama detail spesifik seperti nama, tanggal, waktu, dan alamat. Semua harus diperiksa dengan cermat, bahkan ejaan nama yang dipakai, seperti Soeharto, Suharto atau Suharta? Apakah 17 Agustus - hari proklamasi Republik Indonesia - adalah benar-benar pada hari Jum'at? Atau mungkin Sabtu?

Reporter harus belajar mengajukan pertanyaan kepada narasumber dengan hati-hati. Informan kadang salah memberi informasi, dan sering serta tak sengaja keliru menyampaikan informasi. Reporter sekolah atau universitas seringkali tidak cukup mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan fakta-fakta yang diperlukan guna menulis berita yang akurat, terutama ketika mereka tidak paham tugas mereka dan tidak berfikir masak-masak sebelum melakukan wawancara. Seorang reporter perlu "mendiskusikan" berita dengan editor dan mengajukan pertanyaan yang relevan untuk mengembangkan ide utama atau fokus berita. Dengan demikian, baru reporter bisa mengajukan pertanyaan yang cerdas untuk mendapatkan detail yang berkaitan dengan ide utama atau fokus berita.
Bagi para pemula, sebaiknya reporter menulis ide utama dari berita dalam bentuk kalimat sebelum melakukan wawancara. "Kaidahnya dasarnya" adalah seorang reporter harus memahami dengan jelas tentang apa isi berita itu sebelum melakukan wawancara. Salah satu kelemahan pers mahasiswa adalah reporternya lebih sering mengandalkan narasumber mereka saja untuk menyampaikan berita ketimbang mengajukan pertanyaan yang cukup selama wawancara untuk "menggali" informasi.

Berita semestinya berimbang. Keseimbangan isi berita adalah soal penekanan dan kelengkapan. Reporter memberi penekanan yang tepat untuk setiap fakta, meletakkan dalam hubungan yang tepat dengan fakta lain yang menunjukkan arti penting relatifnya bagi ide utama atau fokus berita.

Reporter olah raga harus benar dalam setiap pernyataan beritanya, Tetapi jika seorang reporter hanya memberitakan tim yang didukungnya maka beritanya akan dituduh tidak berimbang dan tidak lengkap. Seorang reporter yang meliput pemogokan guru dengan hanya mengandalkan sumber dari guru saja tetapi tidak meminta informasi dari departemen pendidikan nasional juga akan menghasilkan berita yang tidak berimbang dan tak lengkap.

Berita biasanya dianggap berimbang dan lengkap apabila reporter memberi informasi kepada pembacanya, pendengarnya atau pemirsanya tentang semua ditail penting dari suatu kejadian dengan cara yang tepat. Keseimbangan dan kelengkapan bukan berarti melaporkan setiap detail. Keseimbangan adalah pemilihan detail signifikan berdasarkan penilaian yang didasarkan pada informasi yang relatif lengkap. Tujuan berita berimbang adalah memberi kepada pembaca, pendengar arau pemirsa pemahaman yang adil (fair) atas suatu peristiwa bukan untuk menjelaskan setiap etail dari fakta.


No comments:

Post a Comment

Silahkan baca dan share