Mengapa
suatu koran, situs berita online, atau siaran berita melaporkan suatu berita
dengan cara yang berbeda-beda, atau apakah publikasi itu bergantung pada
kebijakan medium berita mengenai berita dan unsur-unsurnya. Kebijakan itu
menambah atau mengurangi arti penting dari suatu berita.
Keyakinan
politik dan religious dari pemilik dan manajemen suatu medium berita mungkin
akan mengubah nilai berita. Sebuah berita aborsi atau hak-hak sipil gay di koran
Katolik mungkin akan disajikan dan dibahas dengan cara yang berbeda dengan yang
disajikan di koran metropolitan nonsectarian. Bahkan di koran nonsectarian
sekalipun, bagaimana dan cara berita disajikan dapat dipengaruhi oleh bias politik,
religious dan bias-bias lainnya dari editor dan penerbitnya.
Sikap
medium berita di tenaga kerja, agrikultur, control senjata atau kelompok ras,
etnis dan orientasi seksual mungkin akan merubah nilai berita. Misalnya, berita tentang
sejumlah orang kulit hitam di Kongres atau di dalam dewan juri federal mungkin
akan dilaporkan di Chicago Defender, sebuah Koran yang menjadi bacaan utama
warga kulit hitam, dengan cara yang berbeda dengan di Koran lainnya. Berita
tentang subsidi pertanian mungkin akan lebih banyak disajikan di Star Tribune
(Minneapolis) ketimbang di Baltimore Sun.
Demografi,
profil ilmiah yang menunjukkan berbagai aspek dari audien sasaran seperti
tingkat pendidikan, campuran etnis dan ras, pendapat keluarga dan usia median,
akan memengaruhi apa-apa yang dianggap berita oleh koran, majalah, situs berita
online dan siaran berita. Pemilik media ingin tahu seluas mungkin soal siapa
audiennya dan seperti apa cara dan gaya hidup dan bagaimana mereka menggunakan
media. Informasi ini bukan hanya berhubungan dengan peliputan tetapi juga
dengan potensi pendapatan iklan.
Walaupun
studi demografis kurang penting bagi media berita sekolah, editor akan lebih
terbantu jika tau secara umum tentang masalah etnis, ras, agama dan orientasi
seksual dari sudien mereka, sehingga mereka dapat melaporkan berita yang
penting dari kelompok itu. Profil populasi itu harus diketahui sejak awal tahun
ajaran baru karena akan berguna untuk perencanaan jangka panjang. Kelompok
kepentingan khusus, seperti kelompok ras, buruh, keagamaan, orientasi seksual
dan sebagainya, sering kali mempunyai komunitas koran, majalah website dan
program siaran serta jaringan-jaring sendiri.
Narasumber
berita yang berhubungan dengan partai politik atau kelompok kepentingan khusus
mungkin juga memublikasikan berita dan komentar yang bertentangan dengan
pandangannya sendiri. Sindikasi kolumnis nasional yang terdiri dari beragam
latar belakang dan opini seringkali memublikasikan pandangan mereka di Koran
atau pandangan mereka dimasukkan dalam berita public untuk menunjukkan
diversitas isi medium berita.
Medium
sekolah mungkin bisa mendapatkan divrsitas seperti itu dengan mengundang
komentator tamu yang mewakili kelompok minoritas di sekolah untuk menulis di
media cetak atau pidato di siaran berita. Selain itu, editor dan penasihat
media sebaiknya merekrut murid dabiasanyfri kelompok minoritas untuk dijadikan
staff berita, diversitas staf biasanya akan memperluas liputan dan menambah
keragaman.
Jumlah
ruang yang diberikan untuk sebuah berita di medium cetak atau online atau
jumlah waktu untuk siaran di radio dan televise akan menentukan apakah berita
itu akan dilaporkan secara singkat atau panjang lebar. Sebuah situs berita
online kebanyakan memuat berita dengan panjang yang moderat; mediumnya sendiri-monitor
computer dan metode akses berita – lebih cocok untuk berita pendek ketimbang
berita panjang. Siaran berita, sebagaimana media online, lebih diuntungkan
karena bisa menambah isi berita dengan cepat. Mereka bisa menghentikan sementara
suatu acara kapan saja untuk menayangkan acara breaking news.
Timing
sering kali mengubah nilai berita. Semua berita harus dinilai daya saingnya
dengan berita lain yang akan dimuat atau disiarkan. Misalnya, semua berita lain
“ditaruh di pojokan” saat Putri Diana meninggal pada 1997. Seandainya Putri
Diana tidak meninggal pada bulan Agustus itu, beberapa berita lain mungkin akan
menjadi berita utama.
Publikasi
atau siaran sutu berita sebelunya bisa mengubah nilai suatu berita. Sebuah berita
yang dipublikasikan pada edisi awal suatu koran jarang yang akan menerima perhatian
yang sama di waktu selanjutnya. Kejadian ini mungkin akan lebih menonjol arti
pentingnya. Koran, berita online dan siaran berita harus memperbarui berita,
melaporkannya dari sudut pandang terbaru.
Kemampuan
media siaran dan online untuk memublikasikan dan menyiarkan berita dengan
segera membuat media cetak dewasa ini, terutama Koran, harus mengkompensasikan
ketidakmampuannya untuk membuat breaking news. Dewasa ini jarang ada koran yang
menambah edisi “tambahan” segera sesudah muncul berita besar. Koran biasanya
lebih focus pada “mengapa” dan “bagaimana”
berita besar itu muncul, sebab “siapa”, “apa” “kapan:” dan “dimana” biasanya
sudah diketui public. Koran akan memublikasikan lebih banyak analisis berita
dan latar belakang/pelengkap. Mereka akan lebih berkonsentrasi pada berita local.
Media
cetak tidak dapat mengkompensasi ketidakmampuan mereka untuk bersaing dengan media lain dalam soal
ketepatan waktu. Koran dapat membuat website sendiri di internet dan
mengarahkan pembaca ke versi elektroniknya jika mereka ingin mengetahui
perkembangan terbaru, breaking news dan materi berita lain yang dikembangkan
dari versi cetaknya.
Sensor
juga bisa mengubah nilai berita, khususnya selama masa perang atau krisis
nasional. Terkadang berita tidak dipublikasikan atau disiarkan selama beberapa
tahun. Sensor bisa berbentuk tak langsung, seperti tidak dilakukannya
konferensi pers guna menjauhkan presiden dari pertanyaan wartawan tentang suatu
keputusan yang telah diambil pemerintah. Kadang-kadang medium berita
mengabaikan suatu kejadian, termasuk yang menghebohkan sekalipun. Beberapa berita
yang sering disensor adalah berita yang berkaitan dengan seks.
MENGEMBANGKAN
PEMAHAMAN BERITA
Mahasiswa
yang ingin jadi jurnalis harus mempertajam “indera penciuman beritanya.” Mereka
harus mengembangkan rasa ingin tahu tentang orang, apa yang mereka lakukan dan
apa yang membuat mereka melakukannya. Mahasiswa jurnalis harus punya kemampuan
mengenali kejadian yang layak berita. Pemahaman atas elemen berita yang telah
diuraikan di atas akan membantu mahasiswa jurnalis mengembangkan naluri berita
yang tajam, seperti yang dimiliki oleh banyak jurnalis professional terbaik.
No comments:
Post a Comment
Silahkan baca dan share