Home About
JIKA ADA YANG DITANYAKAN ATAU DATA YANG KALIAN BUTUHKAN, SILAHKAN BERKOMENTAR PADA MATERI TERSEBUT...TERIMAKASIH

Friday, 6 December 2013

JURNALISME MEMODIFIKASI ARTI PENTING DARI ELEMEN BERITA DALAM PRAKTIK



Mengapa suatu koran, situs berita online, atau siaran berita melaporkan suatu berita dengan cara yang berbeda-beda, atau apakah publikasi itu bergantung pada kebijakan medium berita mengenai berita dan unsur-unsurnya. Kebijakan itu menambah atau mengurangi arti penting dari suatu berita.
 
Keyakinan politik dan religious dari pemilik dan manajemen suatu medium berita mungkin akan mengubah nilai berita. Sebuah berita aborsi atau hak-hak sipil gay di koran Katolik mungkin akan disajikan dan dibahas dengan cara yang berbeda dengan yang disajikan di koran metropolitan nonsectarian. Bahkan di koran nonsectarian sekalipun, bagaimana dan cara berita disajikan dapat dipengaruhi oleh bias politik, religious dan bias-bias lainnya dari editor dan penerbitnya.

Sikap medium berita di tenaga kerja, agrikultur, control senjata atau kelompok ras, etnis dan orientasi seksual mungkin akan merubah nilai berita. Misalnya, berita tentang sejumlah orang kulit hitam di Kongres atau di dalam dewan juri federal mungkin akan dilaporkan di Chicago Defender, sebuah Koran yang menjadi bacaan utama warga kulit hitam, dengan cara yang berbeda dengan di Koran lainnya. Berita tentang subsidi pertanian mungkin akan lebih banyak disajikan di Star Tribune (Minneapolis) ketimbang di Baltimore Sun.

Demografi, profil ilmiah yang menunjukkan berbagai aspek dari audien sasaran seperti tingkat pendidikan, campuran etnis dan ras, pendapat keluarga dan usia median, akan memengaruhi apa-apa yang dianggap berita oleh koran, majalah, situs berita online dan siaran berita. Pemilik media ingin tahu seluas mungkin soal siapa audiennya dan seperti apa cara dan gaya hidup dan bagaimana mereka menggunakan media. Informasi ini bukan hanya berhubungan dengan peliputan tetapi juga dengan potensi pendapatan iklan.

Walaupun studi demografis kurang penting bagi media berita sekolah, editor akan lebih terbantu jika tau secara umum tentang masalah etnis, ras, agama dan orientasi seksual dari sudien mereka, sehingga mereka dapat melaporkan berita yang penting dari kelompok itu. Profil populasi itu harus diketahui sejak awal tahun ajaran baru karena akan berguna untuk perencanaan jangka panjang. Kelompok kepentingan khusus, seperti kelompok ras, buruh, keagamaan, orientasi seksual dan sebagainya, sering kali mempunyai komunitas koran, majalah website dan program siaran serta jaringan-jaring sendiri.

Narasumber berita yang berhubungan dengan partai politik atau kelompok kepentingan khusus mungkin juga memublikasikan berita dan komentar yang bertentangan dengan pandangannya sendiri. Sindikasi kolumnis nasional yang terdiri dari beragam latar belakang dan opini seringkali memublikasikan pandangan mereka di Koran atau pandangan mereka dimasukkan dalam berita public untuk menunjukkan diversitas isi medium berita.

Medium sekolah mungkin bisa mendapatkan divrsitas seperti itu dengan mengundang komentator tamu yang mewakili kelompok minoritas di sekolah untuk menulis di media cetak atau pidato di siaran berita. Selain itu, editor dan penasihat media sebaiknya merekrut murid dabiasanyfri kelompok minoritas untuk dijadikan staff berita, diversitas staf biasanya akan memperluas liputan dan menambah keragaman.

Jumlah ruang yang diberikan untuk sebuah berita di medium cetak atau online atau jumlah waktu untuk siaran di radio dan televise akan menentukan apakah berita itu akan dilaporkan secara singkat atau panjang lebar. Sebuah situs berita online kebanyakan memuat berita dengan panjang yang moderat; mediumnya sendiri-monitor computer dan metode akses berita – lebih cocok untuk berita pendek ketimbang berita panjang. Siaran berita, sebagaimana media online, lebih diuntungkan karena bisa menambah isi berita dengan cepat. Mereka bisa menghentikan sementara suatu acara kapan saja untuk menayangkan acara breaking news.

Timing sering kali mengubah nilai berita. Semua berita harus dinilai daya saingnya dengan berita lain yang akan dimuat atau disiarkan. Misalnya, semua berita lain “ditaruh di pojokan” saat Putri Diana meninggal pada 1997. Seandainya Putri Diana tidak meninggal pada bulan Agustus itu, beberapa berita lain mungkin akan menjadi berita utama.

Publikasi atau siaran sutu berita sebelunya bisa mengubah nilai suatu berita. Sebuah berita yang dipublikasikan pada edisi awal suatu koran jarang yang akan menerima perhatian yang sama di waktu selanjutnya. Kejadian ini mungkin akan lebih menonjol arti pentingnya. Koran, berita online dan siaran berita harus memperbarui berita, melaporkannya dari sudut pandang terbaru.

Kemampuan media siaran dan online untuk memublikasikan dan menyiarkan berita dengan segera membuat media cetak dewasa ini, terutama Koran, harus mengkompensasikan ketidakmampuannya untuk membuat breaking news. Dewasa ini jarang ada koran yang menambah edisi “tambahan” segera sesudah muncul berita besar. Koran biasanya lebih focus  pada “mengapa” dan “bagaimana” berita besar itu muncul, sebab “siapa”, “apa” “kapan:” dan “dimana” biasanya sudah diketui public. Koran akan memublikasikan lebih banyak analisis berita dan latar belakang/pelengkap. Mereka akan lebih berkonsentrasi pada berita local.

Media cetak tidak dapat mengkompensasi ketidakmampuan mereka untuk  bersaing dengan media lain dalam soal ketepatan waktu. Koran dapat membuat website sendiri di internet dan mengarahkan pembaca ke versi elektroniknya jika mereka ingin mengetahui perkembangan terbaru, breaking news dan materi berita lain yang dikembangkan dari versi cetaknya.

Sensor juga bisa mengubah nilai berita, khususnya selama masa perang atau krisis nasional. Terkadang berita tidak dipublikasikan atau disiarkan selama beberapa tahun. Sensor bisa berbentuk tak langsung, seperti tidak dilakukannya konferensi pers guna menjauhkan presiden dari pertanyaan wartawan tentang suatu keputusan yang telah diambil pemerintah. Kadang-kadang medium berita mengabaikan suatu kejadian, termasuk yang menghebohkan sekalipun. Beberapa berita yang sering disensor adalah berita yang berkaitan dengan seks.

MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN BERITA
Mahasiswa yang ingin jadi jurnalis harus mempertajam “indera penciuman beritanya.” Mereka harus mengembangkan rasa ingin tahu tentang orang, apa yang mereka lakukan dan apa yang membuat mereka melakukannya. Mahasiswa jurnalis harus punya kemampuan mengenali kejadian yang layak berita. Pemahaman atas elemen berita yang telah diuraikan di atas akan membantu mahasiswa jurnalis mengembangkan naluri berita yang tajam, seperti yang dimiliki oleh banyak jurnalis professional terbaik.

No comments:

Post a Comment

Silahkan baca dan share