Home About
JIKA ADA YANG DITANYAKAN ATAU DATA YANG KALIAN BUTUHKAN, SILAHKAN BERKOMENTAR PADA MATERI TERSEBUT...TERIMAKASIH

Sunday, 15 December 2019

Statistika


Nama                          : Rika Hanifa
NPM                           : 18811948
Kelas                           : 3 MA 01
Program Studi            : Ilmu Komunikasi, UNIVERSITAS GUNADARMA
JAWABAN DARI SOAL UJIAN STATISTIKA BAGIAN I
A.    Judul:
Media dan Propaganda Militer: Analisis Isi Liputan Media dalam Operasi Militer di Aceh, Mei-Oktober 2003
B.    Variabel Penelitian:
Berikut adalah tabel variabel beserta reliabilitas masing-masing variabel:


Variabel

Kategori
Reliabilitas Antar – Coder Surat kabar
Reliabilitas Antar-Coder Televisi
Penempatan berita (surat kabar)
(1) Headline; (2) Halaman Depan, tidak headline; (3) halaman belakang; (4) halaman dalam; (5) halaman khusus (suplemen)
0.95
-
Penempatan berita (televisi)
(1) Segmen bagian depan; (2) segmen tengah; (3) segmen akhir
-
0.90
Lokasi (wilayah) yang diliput
(1) DKI Jakarta; (2) Jawa (di luar jakarta); (3) Aceh; (4) Medan/Sumatra Utara; (5) Riau/Pekanbaru; (6) Lainnya
0.95
0.87
Asal berita
(1) Pool (Media Center); (2) Konfrensi Pers; (3) Keterangan Pers; (4) Liputan melekat (embedded); (5) keterangan juru bicara; (6) Liputan langsung; (7) mengutip media lain; (8) lainnya
0.82
0.82
Tema berita
(1) Konflik senjata TNI-GAM; (2) Operasi penegakan hukum (oengadilan anggota GAM)
0.75
0.70
Sumber berita
(1) Militer/TNI; (2) Kepolisian; (3) DPR/Partai politik; (4) Pemerintah; (5) GAM; (6) Mahasiswa/Intelektual; (7) LSM; (8) Tokoh agama/masyarakat; (9) Warga masyarakat biasa; (10) Internasional
0.75
0.75
Penggambaran GAM
(1) Positif; (2) Negatif; (3) Positif dan negatif; (4) tidak ada
0.86
0.82
Penggambaran TNI
(1) positif; (2) negatif; (3) positif dan negatif; (4) tidak ada
0.86
0.82
Penggambaran operasi militer
(1) Positif; (2) negatif; (3) positif dan negatif; (4) tidak ada
0.86
0.82
Ada tidaknya cek ricek dalam berita
(1)   Ada; (2) tidak ada; (3) Tidak jelas
0.71
0.71
Ada tidaknya liputan dua sisi (cover both side) dalam berita
(1)   Ada; (2) tidak ada; (3) Tidak jelas
0.82
0.71
Ada tidaknya percampuran fakta dan opini dalam berita
(1)   Ada; (2) tidak ada; (3) Tidak jelas
0.71
0.71

C.    Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dalam situasi perang, media sukar melepaskan diri dari kontrol dan pengaruh militer.
Pada masa sebelum operasi militer, pemberitaan media akan kritis terhadap militer, terutama pilihan opsi operasi militer. Tetapi pada saat operasi militer, media bersikap tidak bersikap kritis dan mendukung pelaksanaan operasi militer.
Pemberitaan televisi akan lebih banyak yang mendukung dan menggambarkan operasi militer secara positif dibandingkan dengan berita surat kabar. Hal ini karena tingkat kesulitan televisi lebih besar dibandingkan surat kabar (misalnya, membutuhkan gambar) sehingga tingkat ketergantungan pada sumber militer juga akan semakin besar.
D.    Metode Statistika yang Digunakan
Metode statistika yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah dengan uji Chi Square. Lihat tabel di bawah ini:
Tabel ringkasan pengujian hipotesis : univariat
Hipotesis
Chi square
p
Terbukti/Tidak
H1: ada perbedaan dalam hal asal berita mengenai operasi militer. Asal berita operasi militer lebih banyak berasal dari liputan langsung wartawan.
12.490,12
P<0.01
signifikan
H2: Ada perbedaan dalam hal topik mengenai operasi militer. Topik berita mengenai operasi militer didominasi oleh berita mengenai konflik/kontak bersenjata antara TNI dan GAM dibandingkan dengan topik lain.
676,91
P<0.01
signifikan
H3: Ada perbedaan dalam hal sumber berita mengenai operasi militer. Sumber berita mengenai operasi militer lebih banyak didominasi oleh sumber TNI/militer dibandingkan dengan sumber berita yang lain.
4.737,91
P<0.01
signifikan
H4: Ada perbedaan dalam hal penggambaran GAM. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diberitakan negatif dalam berita mengenai operasi militer di Aceh.
3.759,9
P<0.01
signifikan
H5: Ada hal perbedaan dalam hal penggambaran TNI. Tentara Nasional Indonesia (TNI) diberitakan positif dalam berita mengenai operasi militer di Aceh.
4.666,32
P<0.01
signifikan
H6: Ada perbedaan dalam hal penggambaran operasi militer. Operasi militer diberitakan positif dalam berita  mengenai operasi militer di Aceh.
4.307,44
P<0.01
signifikan
H7: Ada perbedaan dalam hal cek ricek dalam berita. Berita mengenai operasi militer minim dengan pemberitaan yang cek ricek. Lebih banyak berita yang tidak cek ricek dibandingkan dengan yang mengandung cek ricek.
1.857,09
P<0.01
Signifikan, tetapi terbalik
H8: Ada perbedaan dalam cover both side dalam berita. Berita mengenai operasi militer minim dengan pemberitaan dua sisi (cover both side). Lebih banyak berita yang satu sisi, dibandingkan dengan berita yang berimbang dari dua sisi (cover both side).
603,34
P<0.01
signifikan
H9: Ada perbedaan dalam hal pencampuran fakta dan opini dalam berita. Berita mengenai operasi militer banyak diwarnai dengan pencampuran fakta dengan opini wartawan.
3.270,74
P<0.01
Signifikan, tetapi terbalik

E.    Kesimpulan Penelitian
Hasil penelitian ini memperlihatkan dukungan pada hipotesis bendera (flag hypothesis). Media di Indonesia baik surat kabar ataupun televisi mendukung pilihan operasi militer sebagai jalan penyelesaian di Aceh. Ketika akhirnya operasi militer jadi dilakukan di Aceh, media juga memberikan dukungan bagi militer. Dukungan itu diberikan di antaranya dengan jalan memberi gambaran yang positif mengenai operasi militer. Pihak TNI (Tentara Nasional Indonesia) ditampilkan dengan citra positif. Sebaliknya, GAM (Gerakan Aceh Merdeka) ditampilkan dengan citra negatif.
Operasi militer di Aceh 2003 ini menarik karena dilakukan pada saat situasi media yang relatif bebas. Pemerintah RI di masa Soeharto beberapa kali melakukan operasi militer di Aceh. Tetapi saat itu, media tidak bebas. Pemerintah Orde Baru mengontrol media dengan ketat, sehingga media tidak dapat bebas memberitakan peristiwa yang terjadi pada saat operasi militer. Yang menarik, meskipun di tahun 2003 media relatif bebas ternyata pemberitaan media tetap saja tidak berubah. Media tetap tidak kritis dalam memberitakan mengenai operasi militer. Topik yang banyak diberitakan oleh media tetap perang, dan bukan berpihak kepada korban.

Sumber : Eriyanto. (2011). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu sosial Lainnya. Jakarta: Kencana

No comments:

Post a Comment

Silahkan baca dan share