Nama : Rika Hanifa
NPM : 18811948
Kelas : 3 MA 01
Program
Studi : Ilmu Komunikasi,
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAWABAN DARI SOAL UJIAN STATISTIKA BAGIAN I
A.
Judul:
Media
dan Propaganda Militer: Analisis Isi Liputan Media dalam Operasi Militer di
Aceh, Mei-Oktober 2003
B.
Variabel Penelitian:
Berikut
adalah tabel variabel beserta reliabilitas masing-masing variabel:
|
Variabel
|
Kategori
|
Reliabilitas
Antar – Coder Surat kabar
|
Reliabilitas
Antar-Coder Televisi
|
|
Penempatan
berita (surat kabar)
|
(1) Headline; (2) Halaman Depan, tidak headline;
(3) halaman belakang; (4) halaman dalam; (5) halaman khusus (suplemen)
|
0.95
|
-
|
|
Penempatan
berita (televisi)
|
(1) Segmen bagian depan; (2) segmen tengah; (3)
segmen akhir
|
-
|
0.90
|
|
Lokasi
(wilayah) yang diliput
|
(1) DKI Jakarta; (2) Jawa (di luar jakarta); (3)
Aceh; (4) Medan/Sumatra Utara; (5) Riau/Pekanbaru; (6) Lainnya
|
0.95
|
0.87
|
|
Asal
berita
|
(1) Pool (Media Center); (2) Konfrensi Pers; (3)
Keterangan Pers; (4) Liputan melekat (embedded); (5) keterangan juru bicara;
(6) Liputan langsung; (7) mengutip media lain; (8) lainnya
|
0.82
|
0.82
|
|
Tema
berita
|
(1) Konflik senjata TNI-GAM; (2) Operasi penegakan
hukum (oengadilan anggota GAM)
|
0.75
|
0.70
|
|
Sumber
berita
|
(1) Militer/TNI; (2) Kepolisian; (3) DPR/Partai
politik; (4) Pemerintah; (5) GAM; (6) Mahasiswa/Intelektual; (7) LSM; (8)
Tokoh agama/masyarakat; (9) Warga masyarakat biasa; (10) Internasional
|
0.75
|
0.75
|
|
Penggambaran
GAM
|
(1) Positif; (2) Negatif; (3) Positif dan negatif;
(4) tidak ada
|
0.86
|
0.82
|
|
Penggambaran
TNI
|
(1) positif; (2)
negatif; (3) positif dan negatif; (4) tidak ada
|
0.86
|
0.82
|
|
Penggambaran
operasi militer
|
(1) Positif; (2) negatif; (3) positif dan negatif;
(4) tidak ada
|
0.86
|
0.82
|
|
Ada
tidaknya cek ricek dalam berita
|
(1)
Ada; (2) tidak ada; (3) Tidak
jelas
|
0.71
|
0.71
|
|
Ada
tidaknya liputan dua sisi (cover both side) dalam berita
|
(1)
Ada; (2) tidak ada; (3) Tidak
jelas
|
0.82
|
0.71
|
|
Ada
tidaknya percampuran fakta dan opini dalam berita
|
(1)
Ada; (2) tidak ada; (3) Tidak
jelas
|
0.71
|
0.71
|
C.
Hipotesis Penelitian
Hipotesis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dalam situasi perang, media sukar
melepaskan diri dari kontrol dan pengaruh militer.
Pada
masa sebelum operasi militer, pemberitaan media akan kritis terhadap militer,
terutama pilihan opsi operasi militer. Tetapi pada saat operasi militer, media
bersikap tidak bersikap kritis dan mendukung pelaksanaan operasi militer.
Pemberitaan
televisi akan lebih banyak yang mendukung dan menggambarkan operasi militer
secara positif dibandingkan dengan berita surat kabar. Hal ini karena tingkat
kesulitan televisi lebih besar dibandingkan surat kabar (misalnya, membutuhkan
gambar) sehingga tingkat ketergantungan pada sumber militer juga akan semakin
besar.
D.
Metode Statistika yang Digunakan
Metode
statistika yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah dengan uji Chi
Square. Lihat tabel di bawah ini:
Tabel ringkasan
pengujian hipotesis : univariat
|
Hipotesis
|
Chi square
|
p
|
Terbukti/Tidak
|
|
H1:
ada perbedaan dalam hal asal berita mengenai operasi militer. Asal berita
operasi militer lebih banyak berasal dari liputan langsung wartawan.
|
12.490,12
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H2:
Ada perbedaan dalam hal topik mengenai operasi militer. Topik berita mengenai
operasi militer didominasi oleh berita mengenai konflik/kontak bersenjata
antara TNI dan GAM dibandingkan dengan topik lain.
|
676,91
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H3:
Ada perbedaan dalam hal sumber berita mengenai operasi militer. Sumber berita
mengenai operasi militer lebih banyak didominasi oleh sumber TNI/militer
dibandingkan dengan sumber berita yang lain.
|
4.737,91
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H4:
Ada perbedaan dalam hal penggambaran GAM. Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
diberitakan negatif dalam berita mengenai operasi militer di Aceh.
|
3.759,9
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H5:
Ada hal perbedaan dalam hal penggambaran TNI. Tentara Nasional Indonesia
(TNI) diberitakan positif dalam berita mengenai operasi militer di Aceh.
|
4.666,32
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H6:
Ada perbedaan dalam hal penggambaran operasi militer. Operasi militer
diberitakan positif dalam berita
mengenai operasi militer di Aceh.
|
4.307,44
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H7:
Ada perbedaan dalam hal cek ricek dalam berita. Berita mengenai operasi
militer minim dengan pemberitaan yang cek ricek. Lebih banyak berita yang
tidak cek ricek dibandingkan dengan yang mengandung cek ricek.
|
1.857,09
|
P<0.01
|
Signifikan,
tetapi terbalik
|
|
H8:
Ada perbedaan dalam cover both side
dalam berita. Berita mengenai operasi militer minim dengan pemberitaan dua
sisi (cover both side). Lebih
banyak berita yang satu sisi, dibandingkan dengan berita yang berimbang dari
dua sisi (cover both side).
|
603,34
|
P<0.01
|
signifikan
|
|
H9:
Ada perbedaan dalam hal pencampuran fakta dan opini dalam berita. Berita
mengenai operasi militer banyak diwarnai dengan pencampuran fakta dengan
opini wartawan.
|
3.270,74
|
P<0.01
|
Signifikan,
tetapi terbalik
|
E.
Kesimpulan Penelitian
Hasil
penelitian ini memperlihatkan dukungan pada hipotesis bendera (flag
hypothesis). Media di Indonesia baik surat kabar ataupun televisi mendukung
pilihan operasi militer sebagai jalan penyelesaian di Aceh. Ketika akhirnya
operasi militer jadi dilakukan di Aceh, media juga memberikan dukungan bagi
militer. Dukungan itu diberikan di antaranya dengan jalan memberi gambaran yang
positif mengenai operasi militer. Pihak TNI (Tentara Nasional Indonesia)
ditampilkan dengan citra positif. Sebaliknya, GAM (Gerakan Aceh Merdeka)
ditampilkan dengan citra negatif.
Operasi
militer di Aceh 2003 ini menarik karena dilakukan pada saat situasi media yang
relatif bebas. Pemerintah RI di masa Soeharto beberapa kali melakukan operasi
militer di Aceh. Tetapi saat itu, media tidak bebas. Pemerintah Orde Baru
mengontrol media dengan ketat, sehingga media tidak dapat bebas memberitakan
peristiwa yang terjadi pada saat operasi militer. Yang menarik, meskipun di
tahun 2003 media relatif bebas ternyata pemberitaan media tetap saja tidak
berubah. Media tetap tidak kritis dalam memberitakan mengenai operasi militer.
Topik yang banyak diberitakan oleh media tetap perang, dan bukan berpihak
kepada korban.
Sumber : Eriyanto. (2011). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk
Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu sosial Lainnya. Jakarta: Kencana
No comments:
Post a Comment
Silahkan baca dan share